Tim Kerja Arsip Ditjen Migas

Pengelolaan arsip di Ditjen Migas dilaksanakan secara bersamaan dalam satu tim yang kompak. Tim Kerja Arsip Ditjen migas berada di dalam manajemen Sekretariat Ditjen Migas, Cq. Bagian Umum, Kepegawaian dan Organisasi dalam melaksanakan urusan ketatausahaan Direktorat Jenderal

Pelaksanaan Urusan Ketatausahaan tersebut diawasi oleh seorang Kepala Sub Bagian Tata Usaha meskipun tidak tersebut secara tertulis didalam tata laksana organisasi bahwa wujud pelaksanaan ketatausahaan adalah kearsipan namun pada informasi jabatan seorang Kasubag Tata Usaha melaksanakan urusan kearsipan.

Sedangkan dalam pelaksanaan fungsional kearsipan terdapat jabatan arsiparis sebagai bawahan dari kasubag tata usaha. Jabatan arsiparis tediri tingkat terampil dan tingkat ahli. tingkat terampil berjenjang mulai pelaksana, lanjutan, dan penyelia. Tingkatan Ahli berjenjang dari Pertama, Muda, Madya, dan Utama

Selain Arsiparis dan Calon arsiparis, tim kerja arsip ditjen migas didukung oleh petugas pramu bhakti kantor dan tenaga lepas yang ditugaskan untuk urusan kearsipan, teknisi sipil serta dukungan programer komputer 💻

Anggota Tim terdiri dari Mulyanto dengan Jabatan Arsiparis Ahli pertama, Nurul Muhamad Jabatan Arsiparis Penyelia, Juli Supadmo & Kasmari sebagai calon arsiparis terampil (jalur impasing), Tatang & Rusyantoro Jabatan Driver (perbantuan), Reni Pramitasari, Gilang Catur H, Gondo Awang, Fakhreza sebagai tenaga pramu bhakti, dan Catur, Avis & Alif sebagai tenaga lepas (penambahan orang sesuai kebutuhan dan bersifat temporary) serta Rosyid perbantuan tim teknisi sipil serta supporting Programer IT oleh Kevin Hadinata

Pembagian tugas dalam tim kerja arsip ditjen migas yakni:
1. Sdr. Mulyanto menangani dukungan administrasi seperti SPPD, konseptor surat, menyeleksi arsip yang akan dimusnahkan dan menyusun daftar arsip musnah, mempersiapkan rancangan NSPK seperti SOP dan Petunjuk Teknis, mengolah data arsip inaktif

2. Nurul Muhamad melaksanakan tugas antara lain mempersiapkan masukan untuk penyusunan kegiatan dan anggaran kearsipan, mempersiapkan konsep laporan kearsipan kepada pimpinan, melakukan pemilahan arsip dg uji struktur arsip berdasarkan tata naskah dinas, uji kontek dan konten arsip, memandu olah data untuk manuver, identifikasi arsip yg di scan, memandu proses penataan dan penyimpanan arsip, memberikan bimtek atau sosialisasi, monev rancang bangun aplikasi surat dan aplikasi arsip, analisa penelusuran/pencarian arsip, dan membuat tulisan yg dipublis kedalaman blog serta memandu pelaksanaan tugas seluruh anggota tim.

3. Juli Supadmo dan Kasmari bertugas menerima arsip yg telah dilakukan uji struktur, kontek dan konten untuk ditempatkan dalam map (mengikat), dalam boks, dalam lemari/rol opek serta pengaturan ruang simpan arsip. Selain itu bertugas melaksanakan pemindahan arsip, menyusun rekapan daftar boks simpan/pindah, memberikan label dan penomoran boks&lemari dan mengurusi catatan/formulir peminjaman arsip

4. Reni Pramitasari melaksanakan pengetikan surat&nota dinas, pelaksanaan petty cash, operator aplikasi surat dg scan dan upload, memandu siswa magang, entri deskrepsi arsip ke excel atau aplikasi arsip, olah data arsip untuk manuver sesuai arahan pemandu

5. Gilang, Gondo, dan Catur melaksanakan tugas entri/deskrepsi, olah data, pemberkasan, manuver arsip pada jenis arsip masing masing sesuai pembagian tugas oleh pemandu sesuai uji struktur/kontek/konten. Selain itu juga membantu pengaturan ruang arsip, pemindahan dan peminjaman arsip.

6. Fakhreza melaksanakan tugas admin aplikasi surat, asrot sosialisasi, entri data arsip, pengetikan laporan, pembuatan video dokumentasi serta setting peralatan komputer,

7. Avis dan Alif serta Rosyid membantu pelaksanaan tugas seluruh anggota tim sesuai arahan pemandu

9. Kevin Hadinata supporting perbaikan, pengembangan aplikasi surat dan aplikasi arsip.

10. Tatang sebagai direktur perdagingan (mensortir non arsip dan arsip musnah dan Rusyantoro membantu penempatan arsip ke dalam map (mengikat)

Dengan pembagian kerja tersebut diharapkan seluruh anggota tim dapat mengkomunikasikan kepada pemandu. Kedudukan antar anggota tim kerja arsip ditjen migas sejajar (semua tidak ada batasan tinggi dan rendah, atasan dan bawahan, senior dan junior) namun semua dapat saling membantu, saling melengkapi. Dalam pelaksanaan tugas masing2 anggota tim diharapkan melakukan konsultasi dan komunikasi kepada pemandu.

Iklan

UNIT KEARSIPAN DITJEN MIGAS

Slogan tim arsip ditjen migas adalah #percayakan kepada kami, Kerja Nyaman, Arsip Aman. kalimat tersebut dijadikan motif bagi keberhasilan pengelolaan arsip dari perbaikan citra pengelola arsip di Ditjen Migas.

Latar belakang kemunculan slogan tersebut bahwa fakta di kantor ditjen migas, para pejabat dan pegawai masih enggan untuk memindahkan arsip inaktif ke unit kearsipan.

Waktu itu ketika diundang diskusi oleh subdit sebagai unit kerja di Ditjen Migas, bapak Diyan Wahyudi selaku kepala seksi menyampaikan anggapan yg masih tersimpan di memori bahwasanya “Jika arsip dipindahkan ke unit kearsipan, maka susah untuk dicari, susah untuk diakses, kesulitan untuk membuktikan bahwa telah dipindahkan arsip dari unit kerja ke unit kearsipan.

Sontak, kami selaku pengelola arsip termenung, dan mencoba mendalami kalimat bapak tersebut. Keadaan unit kearsipan yg terbatas, baik dari sisi sumberdaya manusia sampai dengan perubahan keadaan suasana gedung, menjadi faktor ketidaksiapan unit kearsipan dalam menerima pemindahan arsip dari unit kerja.

Kondisi tersebut sudah berubah total, sejak tahun 2009 yakni saat penulis mulai berdinas di gedung migas (dulu bernama gedung plaza centris) pengelola arsip mulai berbenah diri.

Tingkat kepercayaan unit kerja atas keberadaan unit kearsipan sudah membaik 100 persen. Hal tersebut disebabkan karena peningkatan kapabilitas dan kemampuan unit kearsipan Ditjen Migas untuk melaksanakan pelayanan.

Perbaikan citra tersebut bukan secara pasif dapat diraih, namun karena secara aktif mengupayakan jalan keluar terkait hambatan di unit kearsipan.

berikut beberapa hambatan yg dapat diraih dengan usaha aktif sejak tahun 2009:
1. Kurangnya sumberdaya manusia atau staf pengelola arsiparis diatasi dengan pengadaan tenaga honor dan tenaga lepas dalam kerangka pihak ketiga.

2. Kebijakan impasing dari Arsip Nasional RI dan Kementerian PAN & RB menjadi stimulus yg berarti akan penambahan arsiparis di Ditjen Migas. Wujudnya adalah penambahan satu orang pegawai sebagai arsiparis ahli yakni Sdr. Mulyanto pada jabatan arsiparis ahli dan segera menyusul pada jabatan arsiparis terampil yakni Sdr. Juli Supadmo dan Sdr. Kasmari(dalam proses administrasi)

3. Penambahan ruang simpan arsip dilakukan dengan koordinasi ke biro umum KESDM selaku unit kearsipan I di lingkungan KESDM yg hampir tiap tahun dapat memindahkan arsip ke Gd. Pusat Arsip KESDM yg berlokasi di Tangerang Selatan.

4. Proses Bisnis yg begitu komplek serta pelaksanaan urusan pemerintah di sektor migas menyebabkan pertumbuhan arsip yg masif. selain masifnya penambahan arsip, lokasi gedung migas yg berada di pusat kota Jakarta Selatan menyebabkan keterbatasan ruang simpan. dalam hal tersebut, maka sejak tahun 2012, telah dilaksanakan kerjasama penyimpanan arsip bersama ARSIP NASIONAL RI Cq. Pusat Jasa Kearsipan. yg beralamat di Jl. Ampera Raya No. 7 Jaksel. saat ini telah berkontrak senilai 170 juta untuk penyimpanan arsip sebanyak 5300 boks dalam jangka per tahun.

5. beberapa terobosan dalam pengelolaan arsip diperlukan agar unit kearsipan bukan lagi hanya sekedar unit penerima (terkesan pasif), atau hanya menangani arsip inaktif namun dapat berperan dalam mendukung pelaksanaan unit kerja dimana tugasnya adalah memberikan dukungan manajemen internal. Maka sejak tahun 2013, unit kearsipan Ditjen Migas telah dipercaya oleh Bagian Keuangan untuk mengelola arsip pembayaran (masih aktif)

6. keberadaan ruang arsip menjadi hambatan yg dapat diatasi sedari di lantai 8 kemudian dengan diberikan ruangan di lantai 10, lanjut pindah ke lantai 4. sejak tahun 2017, Lantai 4 Gd. Migas telah terdapat ruang entri data, ruang transit, dan ruang pemilahan meskipun masih terintegrasi dg ruang simpan.

7. pemanfaatan Teknologi Informasi Komputer sebagai pengungkit perbaikan citra unit kearsipan juga telah berhasil mendapatkan alokasi server sehingga hasil alih media arsip dan daftar arsip tersimpan dibawah pengelolaan unit IT Ditjen Migas. terdapat 3 aplikasi sebagai sarana bantu pencarian yakni, aplikasi persuratan versi lama (SITU), aplikasi SIPD dan aplikasi arsip Digital. fungsi dari ketika aplikasi database tersebut berbeda beda sesuai dengan jenis arsip.

8. Suasana pekerjaan juga perlu diperhatikan yg terkadang menjadi hambatan pekerjaan arsip. tim arsip diperlukan suasana enjoy, rileks, terdapat hiburan, serta ada peningkatan harmonisasi antar pegawai. hal hal yg dilaksanakan adalah adanya ruangan yg dingin, terhubung akses Internet, adanya TV, penyediaan makan siang bersama, sampai dengan refreshing dalam kerangka pelaksanaan rapat atau konsinyering di luar kota

Persuratan Ditjen Migas

Monitoring Evaluasi Pelaksanaan Disposisi Online dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Oktober 2018 di Gd. Pusat Arsip KESDM Pondok Ranji, mengacu pada laporan Bapak Kepala Bagian Umum, Kepegawaian dan Organisasi kepada Bapak Sesditjen Migas tentang Persuratan Dinas Secara Elektronik dan Surat Undangan Sesditjen Migas beberapa notulen sebagai berikut:
1. Subag Tata Usaha menyampaikan bahwa pelaksanaan urusan

ketatausahaan ditjen migas salah satunya adalah pelaksanaan Disposisi Online sebagaimana surat pemberitahuan Bapak Sesditjen Migas bulan Mei dimana seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Ditjen Migas diharapkan agar memanfaatkan Aplikasi pada alamat surat.migas.esdm.go.id sebagai sarana pelaksanaan Disposisi surat

2. Forum yang dihadiri dari seluruh unit kerja di lingkungan Ditjen Migas diharapkan dapat melaksanakan monitoring serta evaluasi penggunaan aplikasi termaksud sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik mendukung Reformasi Birokrasi

3. Kesimpulan forum diharapkan agar unit kerja beserta pejabat administrator dan pejabat pengawas serta staf/pelaksana dapat mengevaluasi kembali keaktifan secara REALTIME penggunaan sarana surat.migas.esdm.go.id agar secara realtime sebagaimana yg telah dilaksanakan oleh Bapak Dirjen dan Bapak Ibu Direktur di Lingkungan Ditjen Migas serta Bpk Sesditjen

4. Monitoring dan evaluasi berdasarkan keaktifan pengguna surat.migas.esdm.go.id di Unit DMB adalah sebagai berikut:
🌟 bu pipin: wakil DMBI diharap agar menyampaikan pegawai yang belum aktif membuka aplikasi karena pak Suryono sebagai Kasubdit sudah secara realtime melaksanakan disposisi online
🌟 bu sulis: wakil DMBD menjadi saksi keaktifan pak Naufal sebagai Kasubdit dan pak leo serta bu diah dalam melakukan login surat.migas.esdm.go.id. kepada staf yg berfokus pada jenis pekerjaan rekom atau izin melalui aplikasi tersendiri untuk tetap diingatkan.
🌟 sdri Ima selaku tenaga honor di unit yang melaksanakan pengadministrasi DMBP untuk memastikan staf dapat aktif, krn pak Abduh selaku Kasubdit juga realtime melakukan disposisi.
🌟 Bu fitaniasari wakil DMBK diharap tak segan mengingatkan rekan staf dikarenakan pak Ismu selaku Kasubdit kerjasama juga memberikan atensi terhadap surat.migas.esdm.go.id
🌟 Sdri Lala, wakil DMBS ikut mengoreksi nama staf yg sudah pensiun seperti bu titis serta staf dari daerah yg belum aktif, dikarenakan pak Diyan selalu Kasubdit telah realtime dan aktif melakukan disposisi secara online

5. Satu satunya perwakilan unit DME pak ibnu selaku staf di DMEE menerima ujicoba penggunaan surat.migas.esdm.go.id versi android dg cara download apk. manfaat versi android akan lebih cepat mengakses disposisi secepat pak Dody selaku kasubdit dan pak Ayub +pak al Azni yg senantiasa buka aplikasi setiap hari.

6. Menyusul kehadiran bu Dwi Retno Irawati sebagai perwakilan unit DMO yg diharapkan dapat menyampaikan pesan kepada pak Heru selaku Kasubdit DMOA untuk mengakses surat.migas.esdm.go.id. Alasannya adalah Dir DMO, bu Yuli, para kasubdit seperti Pak Syaifudin, pak hermawan, pak Bayu Pratama, pak Sentot, sudah secara realtime melaksanakan disposisi secara online. Hal ini akan berdampak pada keaktifan staf di unit DMOA

7. Kedatangan bu retno mularsih selaku perwakilan unit DMT menggembirakan karena unit DMTS mulai dari pak Yunnan selaku Kasubdit, pak Ilham & YuKI Haidir selaku kepala Seksi dan semua staf di unit DMTS telah aktif secara realtime melaksanakan disposisi online.

8. Monitoring dan Evaluasi surat.migas.esdm.go.id akan diagendakan kepada pegawai yg berasal dari daerah, sebagaimana dari catatan forum masih banyak pegawai yg berasal dari daerah belum pernah login meskipun sudah terdaftar pada surat.migas.esdm.go.id

9. Masukan dari pejabat dan pegawai seperti misalnya dari pak Naufal untuk merubah kode unit kerja dari DMBDT ke DMBDB dijabat oleh bu diah, dan perubahan dari DMBDB ke DMBDI yg di jabat oleh pak Leo sudah dilaksanakan.

Arsip Migas

Sesuai Undangan Bapak Sesditjen Migas tanggal 14 Sept. 18, telah dilaksanakan rapat penyusutan arsip pada Kamis, 20 September 2018 bertempat di Pos Pengamatan Gunung Gede, Kabupaten Cianjur yang dipimpin oleh Kasubag Tata Usaha dan dihadiri oleh petugas arsip, sekretaris dan pengadministrasi di lingkungan Ditjen Migas.

Kesimpulan rapat antara lain:
🌟 Organisasi Kearsipan terdiri dari Unit Kearsipan yg berada di lantai 4, Gd. Migas dalam manajemen SDMU dan Unit Pengolah yg berada di sekretariat pimpinan eselon 1&2 serta seluruh eselon 3.

🌟 Penyusutan arsip dilaksanakan dengan pemindahan dari unit pengolah ke unit kearsipan.

🌟 Unit Pengolah yg hadir diminta untuk mengecek arsip di lemari pada ruang kerja unit eselon 2 dan sekretariat es. 1 & 2 kemudian menghubungi ekstensi 285 (Unit Kearsipan) atau mengkonsep nota dinas pemindahan arsip yang ditujukan ke SDMU a.l.
🌟 Sdr. Maulana : arsip di scan dan diupload ke aplikasi e surat paling lambat 1 bulan setelah ditandatangani surat oleh pak dirjen
🌟 Sdr. Kurniawan: arsip di scan dan di upload ke e surat paling lambat 1 bulan setelah ditandatanganinya surat oleh pak Sesditjen Migas
🌟 Sdri. Ana : arsip di scan dan di upload ke e surat paling lambat 1 bulan ditandatangani oleh dir. DMO
🌟 Bp. Suparman: dipindahkan arsip ke lantai 4 arsip Dmbd paling lambat 2 tahun setelah arsip DMBD selesai proses
🌟 Bp. Suyatno: dipindahkan arsip ke lantai 4 arsip Dmbd paling lambat 2 tahun setelah arsip DMOH selesai proses
🌟 Bp. Tugiman dan Bu retno :dipindahkan arsip ke lantai 4 arsip Dmbd paling lambat 2 tahun setelah arsip DMTL& DMTS selesai proses
🌟 Ibu Suparmi, Ibu Esri, Sdr. Joko :dipindahkan arsip ke lantai 4 arsip DMI paling lambat 1 Minggu sebelum renovasi lantai 9 dimulai

🌟 Diharapkan ruang kerja yg baru tidak ada dokumen atau berkas yg telah selesai pada 2 tahun yang berlalu sehingga menciptakan ruang kerja yang nyaman dan modern.

PISAH SAMBUT SESDITJEN MIGAS

Gd. Migas, Selasa, 9 Oktober 2018, bertempat di Ruang Strategis Lantai 16, Bp. Iwan Prasetya Adi memperkenalkan diri bahwa sejak menjadi ASN telah mengalami mutasi sebanyak delapan kali. Beliau berasal dari instansi Kementerian Keuangan yang diperbantukan ke BPKP, Kemudian di tahun 2013 bergabung ke Kementerian ESDM.

Setelah menjabat sebagai kabid di badan litbang, Beliau mengikuti assement dan lolos untuk menduduki jabatan Inspektur 2, tidak lama menjalani rotasi sebagai Sekretaris Itjen, dan pada bulan Oktober 2018 dilantik oleh Menteri ESDM sebagai Sekretaris Ditjen Migas menggantikan Bp. Budiyantono.

Pada kesempatan tersebut, penulis mendapat kesempatan untuk belajar menyampaikan kesan dan pesan mewakili pegawai. belajar berbicara di depan audience.

Meskipun belum pecah, belum dapat memeriahkan suasana, namun pengalaman yg luar biasa. berikut konsep tulisan, yg ditulis pada pagi hari, jam 08.00 dan dibaca sekali, kemudian ditampilkan kurang lebih 11.30 pada acara tersebut.

……………………
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
mohon ijin bapak dan ibu pimpinan dan bapak ibu fungsional dari yg umum sampai tertentu.

ijin pak budi nama masih nurul, dan perkenalkan pak iwan, nama saya nurul Muhamad, jabatan arsiparis, maren sore dapet telp dari bu ros, atasan langsung saya diri subag tata usaha, berdasarkan arahan pak mukti selaku kabag umum, kepegawaian, dan organisasi ditugaskan untuk menjadi salah satu pegawai yg dapat tampil di acara pisah sambut sesditjen migas.

tidak terduga dan tidak terprediksi, itu mungkin anggep dari kami, akan ada pisah sambut lagi, padahal belum ganti taun atau masih di bulan yang lalu, di ruangan ini juga ada acara pisah sambut bapak sesditjen migas dari pak susyanto ke pak budi yanto no.

belum lama y pak bu… kira2 berapa bulan y….

kalo pada acara pisah sambut yg lalu, saya langsung ditunjuk , dadakan, sehingga tidak bisa merancang kalimat, bingung tidak bisa omong akhirnya berbicara keceplosan hiks hiks hiks. namun kali ini, coba saya persiapkan agar tidak keceplosan lagi. dalam acara pisah sambut ini

saya akan mulai dari angel mana ya??? , cie… pake kata angel, mencomot dari kalimat chief editor pemberitaan ditjen migas yg mengisi website, IG, pesbuk, what’sup, blogspot, WordPress, friendster (kalo masih pada kenal y), yakni bu hening subag pengelolaan informasi migas.

angel yang familiar buat seluruh pegawai kepada sosok pribadi secara utuh dalam pelaksanaan tugas di ditjen migas. sesditjen migas, siapa sih yg tidak kenal pak budi yanto no, di migas ini???, sosok senior,
perjalanan karir yg mungkin sangat lengkap, jika dibandingkan yg lain, pernah menjabat es4 di sdmh, es. 3 di DMED, DMTP, SDMU, es 2 di DMB. artinya dari program, Hulu, sekretariat, ke Teknik an sudah pernah diemban.

Bagi kami, selaku staf, itu menjadi inspirasi. apakah kami kami sebagai staf, mampu untuk ya setidaknya menyamai rekor beliau???

gemana, yg S2 di luar negeri kira2 sanggup enggak?, apa ada yg menyangsikan kalimat saya, kalo pak budi ini sang pemberi inspirasi????

bukan hanya catatan jabatan strukturalnya, namun sejumlah prestasi juga pasti tersimpan dalam memori pegawai di lingkungan ditjen migas.

saat perubahan level atas di tingkat menteri, peran pak budi juga terdengar dalam perubahan yg terjadi di Ditjen Migas. minimal peran dalam jabatan yg diemban saat, mensukseskan landing ya isu perubahan di ditjen migas, yakni rotasi mutasi pegawai.

saya ilustrasikan begini,

Sejak 2009 saya bergabung di kantor ini , kita sudah biasa denger keadaan kalo masuk di SDM sampai pensiun y tetap di SDM, yang diurus itu itu saja, sampai tua, makan nya itu itu saja, gk kayak pegawai Direktorat, kalo punya GFF biru y tetep warnanya itu, gk bisa berubah hitam, hehehe. tinggal di rumah alhamdulillah gk usah mikir apartemen, kolega berputar putar saja, yg ngurusin pengadaan, kolega relasinya, ya rekanan kecik kecil, yg ngurusin keuangan ya paling banter ke DJA dan DJB (urusan anggaran), yg ngurusin data dan laporan ya DPR saja, kecuali ya penyertaan pameran luar negeri ya… hehe, bisa ke LN berkali kali….. , meskipun sekarang sudah pindah ke bagian hukum, dan pak mentri belum begitu suka dg pameran luar negeri.

meski belum bisa terkinfirmasi langsung dari beliau, namun dari cerita, banyak staf sdm maupun staf direktorat bahwa peran pak budi dalam menuntaskan isu perubahan dari mentri, dan dapat landing dengan mulus, yaitu rotasi dan mutasi pegawai. rotasi dan mutasi bisa diliat menjadikan naik kelas, bisa juga diliat turun kelas hehehe.

sebagai pak sesditjen migas, pak budi juga memberikan ketegasan dan sudut pandang di luar kemampuan, kalo pake istilah keren yg sering disampaikan pak budi adalah, berpikir out of the box. mantab. contohnya saja

2 bulan terakhir ini saya dan tim, sebagai arsiparis, harus menerima setoran arsip diluar kemampuan. jumlah arsip program LPG 3 Kg, jika diukur dari SKP atau target kerja, yg jml nya yg diserahkan oleh DMO selesai dikerjakan sampai saya pensiun, atau 20 taun lagi,

namun arahan demi pelayanan ditjen migas yg tidak boleh berhenti, telah membuka pemikiran kami. saat ini, arsip tersebut sudah terkelola.

misalnya juga terkait disposisi surat secara elektronik, dukungan pak budi selaku pak ses terkait penggunaan sarana online untuk menurunkan dan menerima disposisi surat, tak surut pada tiap harinya, bukan hanya bentuk dukungan dalam konsep surat edaran ke pegawai dan pejabat yg di ttd, namun secara pengoperasionalan aplikasi (yg merupakan produk asli ditjeb migas) pada tiap harinya pasti dilakukan.

produk tsb telah diambil oleh pusdatin kesdm untuk dijadikan sarana persuratan di sekjen, dan badiklat serta bageol.

juga temen2 yg mengawal renovasi gedung, kalo boleh ikut memberikan komentar, peran pak budi sebagai penanggung jawab kegiatan renovasi cukup dominan dalam kesuksesan renovasi tahap 2 yakni lantai 7 dan 8 serta 15 menjadi bukti dan on the track perencanaan renovasi lanjutan, sekarang sudah tahap pengerjaan, menjadi bagian dari jasa jasa pak budiyabtono selaku sesditjen migas.

saat ini, dan kedepan, pak budi dipindah ke tempat tugas baru, semoga hal hal yg baik sewaktu di ditjen migas, menjadi inspirasi khususnya untuk generasi muda penerus migas.

terimakasih banyak pak budi.

namun belum lengkap jika hanya baik baik saja yg diungkapkan y, ada kanan dan ada kiri, ada atas dan ada bawah, biar lengkap saya harus mencari kekurangan pak budi.

hanya satu, mungkin yg terlihat di kami sebagai staf yakni:, tidak ada keberanian mempunyai istri lagi, meskipun dengan nikah sirri. bukan begitu pak kholid… hehehe

sekali lagi, kalo boleh mewakili temen2, kami mengucapkan selamat bertugas di bidang pengawasan pak, pasti nanti terjadi interaksi kerja minimal dg pak taufik, sdmk yg menangani pemeriksaan itjen. dan jasa bapak di Ditjen migas selalu menjadi inspirasi kami, semoga masih ada peluang untuk balek ke migas lagi heheh.

kemudian untuk menyambut pak iwan, mungkin secara pribadi, kami baru tau secara fisik, ini pak iwan prasetya adi, kalo menelusuri dari catatan karir, beliau pernah menjabat sebagai Inspektur.

agak serem mungkin bagi sebagian pengelola anggaran zaman old, kalo pengelola anggaran zaman now, menjadi pren. misalnya bu yuli yg jadi dir DMO, pengawasan itjen dg enggel persahabatan menjadikan percepatan penyerapan anggaran dan tidak khawatir dengan temuan. dan lebih berhati hati dg ketentuan yg berlaku.

selamat datang untuk pak iwan, sebagai pak sesditjen migas. bimbing kami dan sayangi kami sebagaimana bimbingan dan kasih sayang pimpinan kepada bawahan.

tempatkan pemahaman kami staf agen perubahan sebagaimana Reformasi birokrasi. sehingga bisa mendukung perbaikan citra di pelayanan publik serta perbaikan ekonomi (hehe terlalu jauh mungkin y pak) , dan juga melaksanakan tugas fungsi SDM di dalam pemberian dukungan manajemen kepada berlangsungnya kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

PPHP Konkit untuk Nelayan 2018

LATAR BELAKANG
Sesuai dengan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi nomor 47 tahun 2018 tanggal februari 2018, diberikan tugas sebagai Pantia Penerima Hasil Pekerjaan untuk pembagian dan pengawasan konventerkit nelayan di wilayah I (Sumatera dan Jawa)

Penugasan tersebut merupakan kali pertama bagi penulis secara tertulis sebagai pengelola anggaran kegiatan pembangunan infrastruktur migas. Kegiatan infrastruktur migas yang lain yakni Pembangunan Jaringan Gas untuk rumah tangga, stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), dan pembagian paket perdana LPG 3 Kg.

Peninjauan ke lokasi penyerahan konventerkit untuk nelayan pada tanggal 2 Oktober di Wonosobo, dan di Kabupaten Labuan Batu Utara pada tanggal 5 Oktober bersama auditor, meninggalkan pesan untuk dapat melakukan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas maka rumusan tulisan ini adalah:
1. Apa saja hal-hal yang perlu ditanyakan kepada penyedia pengawas konkit nelayan sesuai ruang lingkup pekerjaan yg tercantum dalam Kontrak
2. Dokumen apa saja yg perlu disiapkan sebelum melaksanakan tugas sebagai PPHP.
3. Apa saja rincian tugas PPHP

PEMBAHASAN
1. Ruang lingkup pekerjaan
Sampai dengan hari Senin, tanggal 8 Oktober 2018 ini, aku juga belum bisa mendapat kontrak pekerjaan. Jika membaca kontrak sosialisasi, verifikasi dan pengawasan konkit untuk nelayan taun lalu (tahun 2017), berikut adalah ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan addendum yakni:
a. SOP pendistribusian dan pengawasan
b. pengolahan data dan dokumentasi pemasangan mesin kepada nelayan 5gt
c. proses sosialisasi dan rapat koordinasi
d. melakukan pengawasan pendistribusian dan pengawasan.

2. Tugas PPHP
Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mempunyai tugas pokok dan kewenangan untuk perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa adalah:

a. Melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa
sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak;

b. Menerima hasil Pengadaan Barang/Jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian; dan

c. Membuat dan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan.

3. Sistem Kerja PPHP
Sesuai dengan ketentuan Syarat Syarat Umum Kontrak (SSUK) sosialisasi, verifikasi, dan pengawasan pada tahun 2017, panitia penerima hasil pekerjaan(PPHP) menerima penugasan KPA untuk melakukan penelitian atas pembayaran 100 persen.

Jika nanti terdapat kekurangan dalam hasil pekerjaan, maka laporan PPHP dapat menyebabkan denda keterlambatan atau pengurangan pembayaran di tahap pelunasan terhadap penyedia atau konsultan.

Laporan PPHP dituangkan pada Berita Acara Serah Terima Pekerjaan pada pembayaran akhir atau pelunasan.

4. Pembagian Tugas PPHP
Terdapat tiga orang PPHP yakni Catur Pulung Riarto, Teni Wijayanti dan Nurul Muhamad. Jadwal yg disusun disesuaikan dengan pelaksanaan sosialisasi, verifikasi serta pengawasan yg dimulai bulan September 2018 s.d. selesai.

Untuk lingkup kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi, saya pribadi selalu PPHP belum terlibat secara langsung, namun sejauh ini dilaksanakan oleh staf DMI. Hal tersebut terlihat dari dua kali peninjauan lapangan yg terlaksana yakni di Wonosobo dan Labuan Batu Utara, kami selaku PPHP meneliti pembagian dan pemasangan bersama auditor setelah proses koordinasi dan sosialisasi.

5. Serba Serbi lapangan
Seorang Lead pengawas di titik serah Labuan batu utara, Darwansyah menyampaikan bahwa data nelayan sebagai pengganti penerima paket konkit tidak disimpan oleh PT SKM sehingga data harus dicari di pemerintah dinas pertanian.

Darwansyah juga menyampaikan bahwa terdapat 24 baling baling yg belum terpasang pada mesin nelayan di Labuan batu utara sudah diidentifikasi sebelum pemasangan, namun jadwal yg diberikan oleh Ditjen Migas adalah sosialisasi dilanjutkan dengan pemasangan.

Daftar calon penerima dan daftar penerima definitif belum bisa diberikan langsung, namun akan disusulkan oleh Lead Pengawas bernama Rizal di titik pembagian Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ketika diminta oleh auditor. Rizal menyampaikan bahwa data disimpan pengawas hanya rekap pembagian dan pemasangan pada tiap hari dan tiap lokasi beserta foto&video kegiatan.

KESIMPULAN
a. PPHP harus dibekali kontak konsultan pengawas yg ditugaskan di titik pembagian sebelum ditugaskan penelitian hasil pekerjaan di Lapangan.

b. PPHP menanyakan hal hal terkait bentuk dan jenis koordinasi pekerjaan yg dilaksanakan baik ke penyedia pemasangan dan dinas (pemerintah daerah setempat)

c. PPHP mengecek dan mengisi kuesioner penerima paket konkit (nelayan) secara langsung.

d. Dokumen yg diperlukan PPHP sebelum peninjauan adalah kontrak kegiatan beserta lampiran seperti SSUK, HPS, jadwal pembagian dan pemasangan, jadwal dan PIC auditor, formulir kuesioner, formulir berita acara pemeriksaan untuk persiapan Hibah, surat tugas sebelum sampai ke lokasi peninjauan, dan form visum SPPD.

e. Dokumen yg dikumpulkan setelah peninjauan lapangan adalah berita acara dalam rangka persiapan Hibah, daftar nelayan yg dijadikan sampel pemeriksaan, form isian kuesioner yg telah di tanda tangani nelayan, foto nelayan. daftar penerima definitif, alasan penggantian beserta daftar.

f. Sampai tulisan ini diterbitkan, penulis sebagai PPHP belum mendapatkan naskah kontrak beserta lampiran sehingga belum belum membaca ketentuan pekerjaan berdasarkan perjanjian antara PPK dan Penyedia. meskipun demikian, telah disampaikan sebagaimana bagian pembahasan terkait tugas PPHP berdasarkan perpres 54 taun 2010 dan sesuai SSUK kontrak konkit nelayan taun 2017.

Nelayan Wonosobo, Jawa Tengah

Wonosobo, 3 Oktober 2018. Anggota DPR RI, Ir. H. Tjatur Sapto Ery, M.T turut menyaksikan dalam pemberian Hibah Paket konventerkit kepada nelayan kecil di waduk wadaslintang Wonosobo oleh Direktur Teknik dan Lingkungan, Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Dr. Ir Adhi Wibowo, MSc.

Jumlah penerima paket konventerkit di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sebanyak 238 orang nelayan dari total 7.792 orang yang direncanakan pada Tahun 2018 di Wilayah I yang berada di Sumatera dan Jawa. Sedangkan untuk wilayah II yg berada di Kalimantan dan Sulawesi jumlah penerima direncanakan sebanyak 17.208 orang.

Kegiatan tersebut merupakan program konversi BBM ke BBG untuk nelayan kecil berupa pembagian paket konventerkit (I unit mesin penggerak kapal, 2 tabung gas LPG 3kg, 1 set konventer beserta asesoris dan I unit As/long tail beserta baling-baling) . Pada tahun 2017 telah dibagikan paket konventerkit sebanyak 16.981 di 27 kabupaten/kota seluruh Indonesia

Paket Konventerkit untuk nelayan merupakan perwujudan dari penyediaan dan pendistribusian LPG untuk kapal perikanan nelayan kecil yang juga sebagai salah satu upaya dalam menuju ketahanan energi.

Ketahanan Energi dapat dilakukan dengan memberikan pilian kepada masyarakat atau diversifikasi atas akses masyarakat kepada energi. Pengalihan subsidi BBM ke pembangunan yg lebih tepat berpengaruh pada kemampuan daya beli BBM sehingga dapat membatasi akses masyarakat kepada energi.

Hal tersebut dapat terjadi pada kelompok masyarakat nelayan bermesin sampai dengan 5 Gross Ton (Gt) dalam mencari mata pencahariannya. Hambatan dalam akses terhadap energi tersebut dapat menghambat pula kesejahteraan rakyat khususnya nelayan.

Mempertimbangkan hal tersebut dan merupakan Urusan Pemerintahan Cq. Kementerian ESDM maka lahirlah kebijakan berupa Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG untuk Kapal Perikanan Bagi Nelayan Kecil.

Ketahanan energi sejalan pula dengan perwujudan nawacita Bapak Presiden di bidang ekonomi dengan sasaran Pengembangan Sektor Hilir dan Infrastruktur Migas dengan program kegiatan Pembangunan stasiun pengisian BBG (SPBG) , pembangunan jaringan gas kota dan konversi BBM ke Bahan Bakar Gas. (NM)

Miskin Tidak ada gunanya

Perjalanan bersinggah menyusuri nusantara sembari melaksanakan tugas kantor tak luput dari pencarian cerita dan kisah kehidupan. Seperti halnya juga pada malam kedua di bumi Sumatera Utara. Waktu tabuh pukul 22.30 ketika mata belum mau dipejamkan, keluar kamar 120 Hotel Marina Kabupaten Asahan.

“Miskin Tidak Ada Gunanya” adalah kata dari mulut seorang bernama Chandra. Sebagai mantan pegawai SR pertamina, menceritakan perjalanan sampai dengan menjadi Agen LPG. Ceritanya menarik bagiku karena dia seumuran dengan aku. Hasil pencapaian sebagai agen LPG cukup menarik dimana area bisnis ini syarat dengan modal dan persaingan yg sengit.

Bukan usaha keturunan, namun dia mulai dari jiwa oportunis dia. sejak ikut bekerja di SR Pertamina, dia mulai mengusulkan untuk bisa buat pangkalan LPG, sampai memiliki beberapa pangkalan yg dibantu salah satu agen.

Sang pemilik Agen pun mulai resah, krn dg nitip mobil saja, sebulan dapat mengantongi 10 juta berkat pangkalan yg laris diserbu pengecer.

Chandra nikah pada umur 25 dengan menafikan kuatnya ekonom/kemapanan. merantau di Jakarta bersama anak istri mengantarkan pulang Medan dampak berkah pekerjaan.

Bagi sebagian orang, bahkan saya sendiri mengalami deraan penjajahan ekonomi mengendalikan keputusan untuk menikah, bahkan ketika sudah mendapat pijakan ekonomi, masih butuh pertimbangan lain sampai diketok putusan tuk menikah.

Minuman bandrek dicampur susu menjadi pengiring cerita Chandra. Permohonan perlindungan kepada Sang Pencipta atas kemiskinan bukan berarti keinginan untuk kaya raya, pungkas Chandra mengakhiri perbincangan menjelang istirahat.

Labuan Batu Utara

Selaku PPHP Program Konversi BBM ke BBG untuk nelayan perahu dengan mesin s.d. 5 Gt dan sesuai jadwal bersama dengan tim auditor, kami pada hari jumat, 5 Oktober 2018 berkoordinasi di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Labuan Utara untuk melakukan pengecekan fisik sekaligus persiapan Hibah Barang Milik Negara.

Kami disambut oleh Bapak syamsudin kemudian berbincang dengan pejabat eselon 3a sebagai Sekretaris dinas pertanian Kabupaten Labuan Utara bernama Bapak syamsudin.

Gambaran yg disampaikan beliau adalah sebagai daerah pemekaran sejak tahun 2009 dari sebelumnya kabupaten Labuan Batu dengan andalan pendapatan daerah adalah perkebunan kelapa sawit.

Sepanjang perjalanan dari Bandar Udara menuju kantor Dinas Pertanian dapat dijumpai area perkebunan karet dan kelapa sawit. Dari Bandara Kualanamu menuju lokasi, kami melewati Kabupaten Batubara, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Asahan yg berbatasan langsung dengan Kabupaten Labuan batu utara menghabiskan waktu sampai dengan 6 jam (termasuk istirahat minum kopi)

Menurut Bapak Samsudin salah satu pejabat di Kantor Dinas Pertanian bahwa terdapat kurang lebih 40 perusahaan selain PT Perkebunan Indonesia yg menjadi pengelola daerah perkebunan di Kabupaten Labuan Utara.

Dinas Pertanian Kab. Labuan Batu Utara memiliki kewenangan mengeluarkan rekomendasi lokasi sedangkan kewenangan memberikan izin perkebunan adalah pemerintah propinsi. Perusahaan dapat mengajukan jangka waktu penggunaan lahan untuk perkebunan sampai dengan 30 tahun dengan asumsi jarak waktu taman dengan panen kelapa sawit adalah 5 tahun dan umur produktif pohon kelapa sawit adalah 25 tahun.

Selain itu juga, dinas pertanian melakukan evaluasi kelayakan usaha perkebunan dimana pada tiap taun dimana Pemerintah Kabupaten akan mendapatkan pembagian bagi hasil bersama dengan pemerintah provinsi, Sumatra Utara dan perusahaan pengelola.

Letak Gedung Kantor dinas Pertanian ada di Desa Damuli, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatra Utara Kode Pos 21457. alamat tersebut terpisah dari kantor bupati yg menghadap langsung pada jalur lintas Sumatera.

Keperluan koordinasi kami adalah mendapatkan kondisi untuk peninjauan ke lokasi penyerahan. meskipun bukan titik serah yang sama sewaktu pemasangan pada hari Selasa tanggal 2 Oktober, namun berdasarkan metodologi sampling, kami tetap menuju lokasi dimana dapat dijumpai paket konventerkit yg telah terpasang dan dapat dipergunakan.

Nelayan Kualuh Selatan

Bapak Sunardi, nelayan di Kabupaten Labuan Batu utara yg menjadi salah satu penerima paket konventerkit untuk nelayan mengungkapkan bahwa jarak tempuh dalam mencari ikan yg jauh memerlukan bahan bakar premium seharga 60 ribu.

Dari uji coba mempergunakan mesin berbahan bakar gas dengan jarak tempuh yang sama, pak Sunardi membutuhkan satu tabung gas 3 Kg dg harga beli 25 ribu s.d. 30 ribu.

Pengakuan pak Sunardi tersebut dapat membuktikan bahwa paket konventerkit sebagai program konversi BBM ke BBG dapat menghemat beaya operasional nelayan kecil s. d. 30 ribu tiap kali mencari ikan.

Sunardi, nelayan Kabupaten Labuan Batu Utara menyampaikan pengakuan tersebut pada tim persiapan Hibah BMN pada hari Jumat 5 Oktober 2018. Sebanyak 59 unit konventerkit untuk nelayan yang terdiri dari mesin, 2 tabung gas 3 Kg, konventer, selang, dan long tail beserta baling baling telah dilaksanakan pengecekan fisik secara sampling untuk persiapan hibah ke para nelayan di Kabupaten Labuan Batu Utara.

Titik pengecekan fisik konventerkit terpasang di kecamatan Kualuh Selatan dengan sampel sampling 15 orang nelayan. Pengecekan tersebut sesuai peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 30 Tahun 2015 tentang Tata Cara Hibah Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Yang Dari Awal Pengadaannya

Hasil pengecekan fisik oleh tim INSPEKTORAT JENDERAL KESDM, PPHP pembagian dan pengawasan konventerkit untuk nelayan Ditjen Migas, Dinas Pertanian Kabupaten Labuan Batu adalah telah terpasang dalam kondisi dapat dipergunakan oleh para nelayan.

Buat situs web Anda di WordPress.com
Memulai