Kejutan dari Semarang

Tiap hari mendapat kejutan dengan menulis. Tentu kerja menulis membuahkan bermacam macam manfaat. Misalnya saja manfaat melatih pola pikir yang sistematis, melatih konsistensi, konsentrasi dan konon menjaga kepikunan.

Tentunya merangkai kata kata menjadi suatu kalimat memerlukan fokus, konsistensi, dan pola pikir sistematis agar tersusun dengan rapi. Pun tatkala kalkmat menjadi paragraf sampai keterhubungan inti tulisan pasti menjadi pemikiran dalam menulis. Saking mikirnya, alhasil susunan kalimat dalam paragraf yang berbeda terkesan berulang ulang.

Varian motivasi seperti koin, poin atau eksistensi membangkitkan gairah untuk menulis. Tapi sayang, aktivitas menulis, tidak lagi menjadi kegiatan utama arsiparis. Sebagaimana bagian akhir tulisan pada tautan berikut
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/02/13/penilaian-arsiparis-via-skp/

Menjelang pulang kantor, mendapat kejutan berharga bagi pribadi saya tatkala seorang arsiparis yang belum kenal sebelum mengirim pesan singkat seperi kutipan berikut:

19/8 15.27] arsiparis: “Assalamualaikum…selamat sore….benar njenengan mas Nurul muhamad….kenalkan saya Arsiparis Kementrian Kelautan dan Perikanan yg bertugas di UPT Semarang. Saya tertarik dg tulisan2 jenengan, Boleh ser dong, saya yg lagi belajar menulis khususnya ttg kearsipan, Saya belum punya pengalaman menulis, kebetulan bulan kemaren saya di suruh ikutan nulis jurnal pari tentang Arsiparis”

Kalo dibilang berpengalaman, saya juga tidak punya portofolio sebagai penulis sih πŸ€”. Hanya sempat mengikuti satu mata kuliah jurnalistik dengan beban 2 SKS, itupun sudah lama sekali dan tidak pernah inget kalo dulu diajari teori jurnalistik.

Kalo menulis ilmiah, dulu sih pernah 3 SKS, dengan pendekatan metode penulisan karya tulis ilmiah populer, dosen ku pak Machmoed Effendie. πŸ˜‰. Dan itupun 14 tahun yang lalu.

[19/8 15.30] Arsiparis: “Dg keterbatasan pengalaman dan pengetahuan saya jadilah jurnal ….dg nilai koreksi 69 nilai yg mepet sekali dan banyak perbaikan, Sebenarnya dlm otak banyak yg ingin di tulis tapi ko blm bisa tertuang dalam tulisan. Saya ingin belajar dg njenengan ne….biar bisa menulis yg lebih baik”

Responku pun tak bisa berlebih, “Saya hanya penulis gadungan kok bu. Yuk kita belajar bersama. Bisa karena terbiasa”

Bagi ku, kejutan hari ini adalah respon keberadaan kita untuk sesama pekerja arsip. Meski berbeda instansi namun punya jembatan yang sama untuk terus mengolah arsip menjadi informasi. Bahkan lebih dari itu, ada semangat memaknai perjalanan instansi dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa

[19/8 15.32] arsiparis: Kr ada rencana ingin membuat catatan torehan Sejarah Kantor Kami…yg penuh dg SEJARAH πŸ˜…

Terimakasih ibu atas responnya, semangat terus dalam pelaksanaan tugas arsiparis. Meski sendirian di kantornya, namun tetap meluangkan waktu untuk usaha menciptakan keabadian informasi terekam.

Kita selaku arsiparis, tak harus kecil hati, saat hasil karya tulis (domain pengembangan profesi) hanya menjadi kegiatan penunjang atau tambahan. Semoga ada mata yang membaca tulisan kita kemudian dapat menginspirasi revisi menjadi kategori bukti kerja pada kegiatan pokok kearsipan.

“Kembalikan kegiatan pengembangan profesi menjadi kegiatan pokok arsiparis” kata mas Fery Tri Mudah dalam presentasi ajang pemilihan arsiparis teladan tingkat nasional 2019. Arsiparis dari provinsi Jawa Timur yang ahli pada kajian dengan produk mengukur tingkat persepsi atau partisipasi publik dengan basic statistik

Semoga bermanfaat

Iklan

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Arsiparis Ditjen Migas

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: